BANJARNEGARA – Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan siswa kelas XII di SMAN 1 Sigaluh, Selasa (5/5/2026). Kegiatan yang digelar di lapangan upacara sekolah tersebut berlangsung sederhana, namun sarat makna.
Acara pelepasan dilaksanakan sehari setelah pengumuman kelulusan yang dilakukan secara daring, sebagai upaya menghindari aksi corat-coret, konvoi, maupun kegiatan negatif lainnya yang kerap terjadi usai kelulusan.
Sebanyak sebelas siswa terbaik yang telah diterima di perguruan tinggi negeri hadir bersama orang tua mereka. Momen emosional terlihat saat para siswa menerima piagam penghargaan dan saling berpelukan di tengah lapangan.
Selepas prosesi simbolis melempar topi abu-abu putih ke udara, para lulusan bersama wali kelas berjalan melewati karpet merah, menandai langkah mereka sebagai alumni. Senyum bahagia bercampur haru terlihat di wajah para siswa yang mengakhiri masa putih abu-abu mereka.
Kepala SMAN 1 Sigaluh, Linovia Karmelita, menyampaikan bahwa konsep acara sengaja dibuat sederhana namun tetap khidmat.
“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh siswa yang lulus, sekaligus menjadi momen pamitan dengan adik kelas serta guru dan karyawan. Semoga mereka diberikan kemudahan dalam menapaki kehidupan selanjutnya,” ujarnya.
Salah satu lulusan, Maulana Abid Afada, yang telah diterima di Politeknik Kesehatan Semarang, mengaku terharu dengan prosesi tersebut.
“Kami tidak menyangka sekolah menyiapkan acara sederhana namun khidmat seperti ini. Terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah membimbing kami. Semoga sekolah ini semakin berprestasi,” ungkapnya.

Diketahui, pengumuman kelulusan siswa SMA, SMK, dan MA di Jawa Tengah dilakukan secara serentak secara daring. Selain larangan aksi corat-coret dan konvoi, sekolah juga diminta tidak menggelar wisuda secara berlebihan di luar lingkungan sekolah.
Prosesi pelepasan yang sederhana ini justru menjadi momen berkesan, memperlihatkan bahwa kebersamaan dan makna perpisahan lebih penting daripada kemewahan acara.
