BANJARNEGARA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Tim Film SMAN 1 Sigaluh. Dalam kurun waktu dua bulan, mereka berhasil meraih dua kejuaraan tingkat Kabupaten Banjarnegara, menandai kebangkitan dunia perfilman di lingkungan sekolah tersebut.
Pada awal April 2026, tim ini sukses meraih posisi runner up dalam Lomba Vlog Semangat Hari Jadi Banjarnegara ke-455. Tak berhenti di situ, pada Selasa (28/4/2026), mereka kembali mengukir prestasi dengan meraih juara 2 dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Banjarnegara yang digelar di SMAN 1 Bawang.
Meski belum menempati posisi puncak, capaian tersebut menjadi sinyal positif atas perkembangan kreativitas siswa di bidang perfilman. Kebangkitan ini sejatinya telah terlihat sejak tahun sebelumnya, saat tim yang sama meraih juara 3 dalam ajang Banjarnegara Movie yang diselenggarakan oleh Dinparbud Banjarnegara melalui film berjudul Sabtu Pahing.
Dalam FLS3N tahun ini, Tim Film SMAN 1 Sigaluh mengangkat karya berjudul Jangan Sakiti Dewi Sri. Film tersebut mengusung tema budaya Jawa yang sarat pesan moral, khususnya tentang pentingnya menghargai makanan di tengah fenomena siswa yang kerap menyia-nyiakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Tim Film, Sakroh Barkah Salis Binayah, mengaku bangga atas pencapaian timnya dalam ajang resmi berjenjang tersebut.
“Ini event resmi berjenjang pertama yang kami ikuti dan langsung meraih juara dua. Kami mengoptimalkan potensi yang ada, bahkan seluruh proses produksi dilakukan menggunakan kamera dan editing dari telepon pintar. Semoga ini bisa menginspirasi teman-teman untuk terus berkarya meskipun dalam keterbatasan,” ujarnya.
Tak hanya di cabang film pendek, SMAN 1 Sigaluh juga menorehkan prestasi di sejumlah cabang lainnya dalam FLS3N. Di antaranya, Cipta Puisi Juara Harapan 2 (Zabrina Zahwa Aji Azzahira), Baca Puisi Juara Harapan 2 (Ibnaty Syahidah Ulya), Solo Putri Juara Harapan 3 (Naura Amalia Putri Yusminanda), Kriya Juara Harapan 2 (Umi Maulidya Rachma), serta Desain Poster Juara Harapan 3 (Fatria Dike Darmawan).
Kepala SMAN 1 Sigaluh, Linovia Karmelita, menyampaikan apresiasinya atas kerja keras para siswa. Menurutnya, proses menjadi hal terpenting dalam meraih prestasi.
“Dua tahun lalu seni tari kita bisa melaju hingga tingkat provinsi. Tahun ini memang belum ada yang lolos, namun saya yakin tahun depan akan ada yang melanjutkan. Ini adalah percobaan luar biasa dari anak-anak dan menjadi pengalaman berharga bagi mereka,” ungkapnya.
Capaian ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dengan kreativitas dan semangat, Tim Film SMAN 1 Sigaluh mampu menunjukkan potensi besar yang dimiliki generasi muda Banjarnegara.
