BANJARNEGARA – Pesan mendalam disampaikan kepada calon jamaah haji asal Banjarnegara: bekal utama menuju Tanah Suci bukanlah uang real, melainkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan oleh KH Afit Juliet Nurcholis dalam acara Halal Bihalal dan Pelepasan Calon Jamaah Haji KBIHU Miftahul Jannah yang digelar di Aula Darussalam Parakancanggah, Jumat (3/4/2026).
“Ramadan, Syawal, dan Dzulqa’dah adalah waktu berbekal untuk menjadi tamu Allah. Ini nikmat besar yang tidak semua orang mendapatkannya,” ujarnya.
Ia menekankan agar para calon jamaah tidak meninggalkan kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadan. Menurutnya, konsistensi ibadah menjadi kunci dalam mempersiapkan diri menuju haji yang mabrur.
KH Afit juga mengingatkan melalui perumpamaan dalam Al-Qur’an agar tidak merusak amal yang telah dibangun. Ia mengutip pesan ulama bahwa semangat ibadah tidak boleh hanya muncul di bulan Ramadan.
“Jangan sampai ibadah kita seperti menenun kain di siang hari lalu merusaknya di malam hari,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa persiapan haji harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bertaubat, melunasi hutang, hingga meminta doa restu kepada keluarga dan para guru. Ia juga mengingatkan agar tidak berlebihan dalam persiapan materi.
“Jangan asal wah tapi tidak woh (berbuah). Persiapkan secukupnya sesuai kemampuan,” pesannya.
Dalam pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, terutama dengan keluarga. Menolong anggota keluarga yang membutuhkan, menurutnya, juga bernilai ibadah besar.
“Kalau ada keluarga yang sakit, merawatnya lebih utama daripada memaksakan ibadah sunnah di masjid,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC Syarikat Islam Banjarnegara Musobihin secara resmi melepas sebanyak 210 calon jamaah haji yang dijadwalkan berangkat pada pertengahan Mei mendatang.
Sementara itu, Ketua KBIHU Miftahul Jannah, Fathurrahman, menjelaskan bahwa pelaksanaan dam tahun ini dilakukan di tanah air dengan nominal Rp2.750.000, sesuai kesepakatan forum KBIH dan Kementerian Haji.
Pendamping Kloter 72, Heri Purnomo Adi, menambahkan bahwa para petugas akan siaga penuh dalam mendampingi jamaah. Bahkan, petugas tidak mengenakan kain ihram saat di Armuzna agar mudah dikenali oleh jamaah.
Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan seluruh calon jamaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan meraih haji yang mabrur.
