BANJARNEGARA – Kawasan wisata Dieng kembali dipadati wisatawan selama Maret 2026. Lonjakan kunjungan tersebut disebut dipengaruhi tren pariwisata generasi Z yang kini lebih menyukai destinasi alam, estetik, dan pengalaman autentik.

Melansir laporan tren pariwisata dari Jatengdata.com, wisata berbasis pengalaman dan konten media sosial menjadi salah satu faktor meningkatnya mobilitas wisatawan muda ke berbagai destinasi di Jawa Tengah, termasuk Dieng.

Fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas wisata di sejumlah titik favorit seperti kawasan Telaga Warna, Batu Ratapan Angin, hingga kompleks Candi Arjuna yang ramai dikunjungi wisatawan, khususnya saat akhir pekan.

Namun di tengah ramainya kunjungan wisatawan, tingkat hunian hotel dan penginapan di kawasan Dieng justru belum mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini diduga dipengaruhi perubahan pola wisatawan yang kini lebih memilih perjalanan singkat, homestay murah, hingga penginapan alternatif berbasis digital.

Tren tersebut juga sejalan dengan fenomena pariwisata nasional, di mana kunjungan wisata meningkat tetapi okupansi hotel tidak selalu ikut terdongkrak. Sejumlah wisatawan kini lebih memilih penginapan nonformal maupun sistem sewa harian berbasis aplikasi digital.

Ternyata selain itu, karakter wisatawan Gen Z yang cenderung berburu pengalaman unik dan spot estetik membuat pola konsumsi wisata berubah. Mereka lebih fokus pada eksplorasi destinasi dan konten media sosial dibanding lama menginap.

Dilansir dari rri.co.id, dominasi preferensi Gen Z dalam tren perjalanan 2026 membawa arah baru bagi dunia pariwisata. Fokus pada keaslian, keberlanjutan, dan pengalaman nyata diharapkan mampu menciptakan pariwisata yang lebih berimbang. Tren ini tidak hanya menguntungkan wisatawan, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat lokal.

Ramainya kunjungan wisatawan ke Dieng merupakan peluang besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal.

Tantangan ke depan adalah bagaimana meningkatkan lama tinggal wisatawan agar dampaknya lebih terasa bagi penginapan, UMKM, hingga pelaku usaha wisata di kawasan Dieng.