BANJARNEGARA – Di balik derasnya arus Sungai Merawu, tersimpan sebuah kearifan lokal yang masih bertahan hingga kini. Warga Desa Banjarmangu, Kecamatan Banjarmangu, memiliki cara unik menjaga tebing sungai, yakni dengan membuat dekem, keranjang bambu berukuran raksasa yang berfungsi sebagai penahan erosi.
Pemandangan menarik terlihat di tepian sungai. Sejumlah warga tampak bahu-membahu mengolah bambu mulai dari meraut, membelah, hingga menganyamnya menjadi struktur besar. Aktivitas ini bukan sekadar pekerjaan biasa, melainkan tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan.
Dekem merupakan bentuk sederhana dari bronjong modern. Bedanya, seluruh materialnya berasal dari alam, terutama bambu tali. Anyaman tersebut dibentuk menyerupai keranjang dengan ukuran besar, berdiameter hingga dua meter dan tinggi lebih dari tiga meter.
Karena ukurannya yang tidak kecil, proses pembuatan dekem membutuhkan kerja sama banyak orang. Gotong royong menjadi kunci utama, mulai dari proses penebangan bambu hingga tahap perakitan.
Setelah rampung, dekem kemudian dipasang di titik-titik rawan di sepanjang aliran sungai. Keranjang bambu ini diisi batu hingga padat, sehingga mampu menahan derasnya arus sekaligus memperkuat struktur tebing.
Menariknya, meski berbahan dasar bambu, ketahanan dekem tidak bisa diremehkan. Struktur ini bahkan mampu bertahan hingga puluhan tahun. Hal ini karena bambu yang terus terendam air justru semakin kuat, ditambah dengan susunan batu di dalamnya yang membuatnya stabil sekaligus lentur mengikuti tekanan air.
Bagi masyarakat setempat, dekem bukan hanya solusi teknis, tetapi juga simbol kebersamaan. Tradisi ini menjadi ruang interaksi sosial sekaligus bentuk nyata pelestarian warisan leluhur.
Kepala Desa Banjarmangu, Nurul Hilal Eko Prayitno, menyebut bahwa dekem sudah lama digunakan oleh warga sebagai benteng alami sungai.
“Ini memang tradisi lama. Ukurannya besar karena nanti diisi batu agar kuat menahan arus,” ujarnya.
Keberadaan dekem membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus modern. Dengan memanfaatkan bahan alami dan semangat gotong royong, warga mampu menciptakan solusi ramah lingkungan yang efektif dan berkelanjutan.
