SEMARANG – Momentum mudik Lebaran tahun 2026 diprediksi akan mencatat lonjakan pergerakan masyarakat yang sangat besar. Menghadapi situasi tersebut, kesiapan infrastruktur di Jawa Tengah menjadi perhatian utama berbagai pihak, termasuk DPRD Jawa Tengah.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menegaskan bahwa kesiapan jalan dan fasilitas pendukung menjadi faktor krusial untuk memastikan kelancaran arus mudik tahun ini.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah tersebut telah mencapai 93,47 persen. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa sebagian besar infrastruktur jalan raya siap melayani mobilitas jutaan pemudik yang akan memasuki provinsi ini.

“Persiapan infrastruktur jalan sangat krusial karena ratusan ribu bahkan jutaan orang diprediksi masuk ke Jawa Tengah. Kami mengapresiasi langkah pemerintah, namun tetap memantau proses persiapannya,” ujar Ari.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Moch. Iqbal Tamher, menyampaikan bahwa fokus utama penanganan menjelang Lebaran berada di jalur Pantura. Jalur ini masih menjadi tulang punggung arus kendaraan dari wilayah barat menuju timur Pulau Jawa.
Selain perbaikan jalan, pemerintah juga menyiapkan posko pelayanan Lebaran yang akan beroperasi lebih lama. Petugas dijadwalkan mulai berjaga sejak H-8 atau 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Menurut Ari, selain keberadaan posko, sistem pemantauan di titik-titik keramaian juga harus diperkuat melalui pemanfaatan jaringan CCTV.
“Pemantauan lewat CCTV harus dimaksimalkan, bukan hanya untuk melihat kepadatan kendaraan, tetapi juga untuk memantau kondisi cuaca secara real-time,” tambahnya.
Ari juga mengingatkan agar prioritas perbaikan infrastruktur tidak hanya terfokus pada kota-kota besar. Jalur yang sering dilalui pemudik di kawasan pesisir seperti Pekalongan, Pemalang, Batang, hingga Kendal juga perlu mendapat perhatian serius, terutama setelah sejumlah ruas sempat terdampak cuaca ekstrem.
Data per 27 Februari 2026 mencatat terdapat 256 ruas jalan nasional di Jawa Tengah dengan total panjang mencapai 1.581,45 kilometer.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan memproyeksikan sekitar 17,7 juta orang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah selama periode mudik. Secara nasional, provinsi ini bahkan menjadi tujuan utama pemudik dengan estimasi pergerakan mencapai 38,71 juta orang.
Melihat besarnya angka tersebut, Ari menekankan pentingnya percepatan penyelesaian berbagai pekerjaan infrastruktur yang masih tersisa sebelum puncak arus mudik tiba.
“Sebelum benar-benar memasuki masa mudik, pemerintah harus memastikan seluruh pekerjaan infrastruktur yang belum selesai segera dirampungkan,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah juga diminta melakukan pemetaan titik rawan kemacetan dan bencana secara lebih detail. Beberapa lokasi yang perlu mendapat perhatian antara lain kawasan Kaligawe Semarang, Sayung, Jalan Walisongo, serta sejumlah titik di Pantura Kendal yang rawan banjir.
“Harus ada langkah konkret dalam memetakan titik kemacetan dan potensi bencana agar hambatan selama arus mudik dapat diminimalkan,” pungkas Ari.
