BANYUMAS – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Ari Nugroho, menyoroti serius meningkatnya kasus narkoba di Kabupaten Banyumas.
Sepanjang tahun 2024, tercatat 136 kasus narkoba/psikotropika dengan 164 tersangka, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 99 kasus dengan 122 tersangka.
Setya Ari menyebut, lonjakan ini harus menjadi alarm kuat bahwa pendekatan pencegahan belum berjalan optimal.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa kita belum cukup efektif dalam pencegahan. Penindakan perlu didampingi dengan edukasi, penguatan keluarga, dan pengawasan sosial,” tegasnya dalam keterangannya, Sabtu (08/11/2025).
Selama periode Maret–April 2025 saja, Polresta Banyumas mengungkap 21 kasus narkoba dengan 27 tersangka dan barang bukti senilai lebih dari Rp 1,1 miliar.
Barang bukti yang diamankan di antaranya sabu 128,32 gram, tembakau sintetis 155,49 gram, 11 butir ekstasi, 2.898 butir psikotropika, serta 56.324 butir obat terlarang. Banyumas juga tercatat memiliki sejumlah desa dan kelurahan yang masuk kategori wilayah rawan penyalahgunaan narkoba.
Menurut Ari, persoalan narkoba tidak bisa dipandang semata sebagai kejahatan kriminal biasa. Persoalan ini memiliki korelasi erat dengan lingkungan keluarga, pendidikan, faktor sosial, serta kesempatan ekonomi.
“Kami minta agar pencegahan diarahkan ke remaja, sekolah-sekolah, dan komunitas lokal. Jadi tidak hanya fokus pada penangkapan pengguna atau pengedar,” ujarnya.

Ari juga mendorong pemerintah provinsi maupun kabupaten memperkuat kapasitas pencegahan hingga level desa, termasuk melalui program “Desa Bersih Narkoba”, serta memperkuat kerja sama lintas OPD dengan masyarakat sipil.
Rekomendasi langkah penguatan program yang ia sampaikan antara lain:
- Perluasan penyuluhan dan deteksi dini di sekolah, pesantren, dan komunitas remaja
- Pemetaan wilayah rawan narkoba dan pengawasan lingkungan berbasis desa
- Penguatan sinergi DPRD, Pemprov, dan Polresta dalam monitoring program narkoba agar lebih tepat sasaran
- Pendekatan penanganan holistik yang kuat di aspek rehabilitasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi
Ari berharap Banyumas bisa menjadi kawasan yang aman dari penyalahgunaan narkoba, sehingga generasi muda bisa tumbuh produktif.
“Kita ingin generasi Banyumas bangkit, bukan terjerat narkoba. Mari kita bergandeng tangan pemerintah, legislatif, dan masyarakat menutup ruang narkoba di daerah kita,” pungkasnya.
