BANJARNEGARA – SMP Negeri 1 Bawang resmi mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sekaligus menggelar “Artistics Fest Simpati 2025” selama dua hari, 7–8 November 2025, di halaman sekolah.

Deklarasi SSK ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam mengintegrasikan isu kependudukan, pembangunan berkelanjutan, dan kesehatan reproduksi ke dalam pembelajaran, budaya sekolah, serta aktivitas ekstrakurikuler.

Kegiatan diawali dengan apel pagi yang diikuti seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan, dilanjutkan pembacaan deklarasi dan penandatanganan dukungan oleh Kepala Dindikpora Banjarnegara Teguh Handoko S.Sos, Kepala Dinas Kominfo Sagiyo SIP, Dispermades PPKB, Disparbud, serta Forkopimcam Bawang. Penandatanganan dilakukan sebagai simbol penguatan sinergi sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kesadaran kependudukan sejak dini.

Kepala SMP Negeri 1 Bawang, Joko Catur Subiyanto, menjelaskan bahwa Sekolah Siaga Kependudukan memiliki tiga komitmen utama: mendukung penuh program pemerintah dalam pengendalian dan peningkatan kualitas penduduk, mengintegrasikan edukasi kependudukan dalam kegiatan belajar, serta membentuk karakter siswa berwawasan kependudukan menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Dindikpora Banjarnegara, Teguh Handoko, menilai SSK merupakan langkah penting dalam menanamkan kesadaran penduduk, gender, kesehatan, dan SDGs pada pelajar sejak jenjang SMP. “Pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga kecerdasan sosial dan kesadaran kehidupan,” ujarnya.

Selain deklarasi, sekolah juga menghadirkan Artistics Fest Simpati 2025, pameran karya seni rupa siswa kelas 9 sebagai tugas akhir mata pelajaran Seni Rupa. Pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Camat Bawang Ahmad Qudasi. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi siswa yang memiliki bakat seni, sekaligus media mengekspresikan pandangan, nilai, dan penghayatan kehidupan melalui karya visual.

Pameran tersebut juga mengintegrasikan lima brand sekolah: Sekolah Adiwiyata, Sekolah Ramah Anak, Sekolah Siaga Bencana, Sekolah Aman Pangan, dan Sekolah Siaga Kependudukan. Dengan begitu, kegiatan tidak hanya memberikan pengetahuan seni, tetapi juga pembentukan karakter peduli lingkungan, sosial, dan kemanusiaan.

Mengusung tema “Belajar dari Warna, Berkarya untuk Dunia”, Artistics Fest menjadi sarana pembelajaran bermakna sejalan dengan penguatan 8 Dimensi Profil Lulusan SMP Negeri 1 Bawang.

Saat meninjau pameran, Kepala Dindikpora memberikan apresiasi pada salah satu karya siswa bernama Ena Putri Qurrota Ayun yang menampilkan pemandangan mega malam hari dari sudut ketinggian pesawat, terinspirasi dari perjalanan umrahnya bersama orang tua.

Rangkaian deklarasi SSK dan pameran seni ini menjadi momentum penting bagi SMP Negeri 1 Bawang dalam memperkuat komitmen pendidikan kependudukan serta mendorong kreativitas pelajar dalam berkarya, berekspresi, dan berprestasi.

By Widodo