BANJARNEGARA – Ragam cara kepedulian terhadap korban bencana longsor di Dusun Situkung, Desa/Kecamatan Pandanarum, terus mengalir dari berbagai pihak. Namun bantuan yang diberikan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banjarnegara pada Selasa (18/11/2025) menjadi sorotan karena bentuknya yang tak biasa.

Selain menyalurkan 22 kardus mi instan, PGRI Banjarnegara juga membawa ratusan pakaian dalam baru berbagai jenis dan ukuran untuk para pengungsi. Sementara itu, PGRI Cabang Batur turut memberikan dukungan dengan menyumbang sayur mayur segar, seperti kentang, kubis, daun bawang, hingga paprika komoditas utama dari wilayah tersebut.

Seluruh bantuan diserahkan ke Posko PGRI Banjarnegara yang berlokasi di Kantor Korwilcam Dindikpora Pandanarum.

Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Ketua PGRI Banjarnegara, Heling Suhono, kepada Komandan Posko PGRI, Arifin, yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Cabang Pandanarum.

Menurut Heling, bantuan pakaian dalam dipilih karena termasuk kebutuhan mendesak yang jarang terpenuhi.

“Kemarin kami survei dulu dan koordinasi dengan Posko Induk PMI sebelum memutuskan bantuan berupa pakaian dalam. Banyak pengungsi yang kehilangan rumah, bahkan ada yang hanya memakai pakaian di badan,” jelasnya.

Meski demikian, ia berharap ke depan bantuan dapat diberikan dalam bentuk uang untuk memudahkan pemenuhan kebutuhan pengungsi sekaligus mendukung proses rekonstruksi yang membutuhkan biaya besar.

Arifin membenarkan kondisi tersebut. Ia menuturkan bahwa kebutuhan pokok para pengungsi saat ini adalah sandang dan pangan.

“Hari ini hanya relawan terlatih yang boleh turun ke lapangan karena tanah masih terus bergerak. Kami hanya melakukan evakuasi hewan dan barang-barang warga yang masih bisa diselamatkan,” ujarnya.

Duka ini semakin terasa menjelang Hari Guru Nasional. Dari 27 warga yang masih dinyatakan hilang, terdapat tiga siswa SD Negeri 1 Pandanarum. Seorang guru wiyata bhakti, Gilang Suprayono, juga mengalami kerugian besar setelah rumahnya rata dengan tanah.

Upaya bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban para korban sekaligus mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.