BANJARNEGARA – Suasana berbeda tampak di basement Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Banjarnegara pada Rabu malam, 22 April 2026. Puluhan peserta duduk lesehan di atas karpet merah dan biru sambil menikmati kopi dan jajanan pasar dalam gelaran bertajuk Malam Literasi.

Kegiatan yang digelar usai salat Isya tersebut menghadirkan pemutaran film Di Hyang, Negeri di Atas Awan serta bedah buku Banjarnegara Surga Cerita. Acara ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Banjarnegara ke-455 hasil kolaborasi Disarpus Banjarnegara, Perpustakaan Sahabat Muda Indonesia, dan Komite Ekraf Banjarnegara.

Nuansa santai dan semi luar ruangan membuat acara terasa hangat dan akrab. Cahaya layar putih besar yang menampilkan film Di Hyang menjadi pusat perhatian peserta yang memenuhi lokasi acara.

Kepala Disarpus Banjarnegara, Arief Rahman, mengaku bangga dengan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan literasi malam hari tersebut.

“Ini pertama kalinya Disarpus menyelenggarakan kegiatan Malam Literasi dengan konsep santai dan malam hari. Kami ingin kegiatan literasi di Banjarnegara semakin ramai dan diminati masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Arief juga meluncurkan buku film Di Hyang, Negeri di Atas Awan, sebuah karya antologi yang ditulis 49 penulis lokal hasil Bimbingan Teknis Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Banjarnegara. Program tersebut merupakan bagian dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik Perpustakaan Nasional Tahun 2025.

Pegiat literasi sekaligus penyunting buku, Indra Hari Purnama dan Muji Prasetyo, menilai buku tersebut menjadi langkah penting dalam menggali dan melestarikan budaya lokal melalui tulisan.

“Menulis adalah karya keabadian. Dengan menulis, kita sedang membuat amal jariyah,” kata Indra dari Rumah Baca Purnama Desa Luwung.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Sahabat Muda Indonesia, Heni Purwono, menyebut literasi dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif daerah.

Menurutnya, film Di Hyang membuktikan promosi wisata dapat dikemas melalui film drama yang menarik dan berkualitas. Sedangkan buku Banjarnegara Surga Cerita dinilai mampu menjadi sumber storytelling bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkuat produk dan jasa lokal.

“Dengan literasi, kami berharap sektor ekonomi kreatif Banjarnegara semakin berkembang sehingga daerah ini menjadi lebih maju dan sejahtera,” ungkap Heni.

Sutradara film Di Hyang, Aziz Arifianto, menjelaskan film tersebut merupakan karya murni anak-anak Banjarnegara yang sebagian besar merupakan lulusan SMK.

Selain mengeksplorasi keindahan Dieng, film itu juga menjadi bukti bahwa generasi muda daerah mampu menghasilkan film panjang berkualitas.

“Ke depan kami berharap film ini bisa digunakan di sekolah-sekolah dasar untuk memperkaya muatan lokal, khususnya Mata Pelajaran Dawet Ayu,” kata Aziz.

By Widodo