BANJARNEGARA – Hujan deras selama hampir tiga jam menyebabkan tanah longsor besar di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Longsoran dengan diameter sekitar 100 x 100 meter yang berasal dari area hutan pinus itu langsung menerjang pemukiman warga di RT 1–4 RW 03.

Insiden ini memicu kepanikan warga. Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka dan segera dirujuk ke RSUD Banjarnegara dan Puskesmas Pandanarum untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, 49 warga yang sebelumnya berada di kawasan hutan masih dalam proses evakuasi oleh tim gabungan.

BPBD Banjarnegara menyebutkan bahwa informasi awal mengenai adanya korban meninggal dunia telah diluruskan. Korban tersebut ternyata hanya pingsan akibat benturan dan kini sudah menjalani perawatan medis.

Ratusan Warga Mengungsi di Tiga Lokasi

Hingga pukul 21.00 WIB, tercatat 671 jiwa dari 286 KK terdampak longsor. Selain itu, 30 rumah mengalami kerusakan berat, memaksa warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Tiga titik pengungsian telah disiapkan, yaitu:

  • Kantor Kecamatan Pandanarum
  • GOR Desa Beji
  • Gedung Haji Desa Pringamba

Kebutuhan Mendesak Pengungsi

Para pengungsi masih memerlukan dukungan logistik untuk kebutuhan dasar, meliputi:

  • Makanan siap saji
  • Matras dan selimut
  • Air mineral
  • Hygiene kit
  • Family kit

Upaya Penanganan BPBD dan Relawan

BPBD Banjarnegara bersama relawan dan unsur pemerintah telah mengambil sejumlah langkah cepat, antara lain:

  1. Melakukan assessment langsung ke lokasi terdampak
  2. Mengevakuasi warga ke titik-titik pengungsian
  3. Berkoordinasi dengan instansi dan lembaga terkait
  4. Mendirikan pos lapangan, dapur umum, dan tenda pengungsian
  5. Menata tiga titik pengungsian sebagai pusat penanganan sementara

Saat ini, proses pendataan lanjutan masih dilakukan, termasuk evakuasi warga yang belum ditemukan dan pemenuhan kebutuhan logistik bagi para pengungsi.