BANJARNEGARA – Kegiatan kuliah subuh kembali digelar di Masjid Al Ishlah Kauman Leksana, Kecamatan Karangkobar, usai salat subuh berjamaah. Tausiyah kali ini disampaikan oleh KH Wahyudin yang mengangkat tema tentang kunci kebahagiaan hidup dalam perspektif Islam.

Di hadapan jamaah yang memenuhi masjid, KH Wahyudin mengawali ceramahnya dengan mengingatkan bahwa ketenangan hati sejatinya hanya dapat diperoleh dengan mengingat Allah.

Ia mengutip pesan dalam Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa dengan mengingat Allah, hati manusia akan menjadi tenang. Menurutnya, ketika seseorang merasa gelisah atau menghadapi kebuntuan dalam hidup, hal tersebut bisa jadi karena kurangnya dzikir kepada Allah.

“Kalau kita tidak tenang, jangan-jangan dzikir kita yang kurang. Ketika kita merasa buntu dan seolah tidak ada solusi, bisa jadi karena kita kurang mengingat Allah,” ujarnya.

wahyudin-2 Kuliah Subuh di Masjid Al Ishlah Karangkobar, KH Wahyudin Ungkap Empat Kunci Kebahagiaan

Ia menjelaskan bahwa orang-orang yang selalu mengingat Allah adalah mereka yang berdzikir dalam berbagai keadaan, baik saat berdiri, duduk, maupun berbaring. Artinya, dalam setiap aktivitas kehidupan, seorang muslim tetap berusaha menjaga hubungan dengan Sang Pencipta.

Menurut KH Wahyudin, dzikir tidak hanya sebatas melafalkan kalimat-kalimat thayyibah. Mengagumi dan merenungi keindahan ciptaan Allah di sekitar manusia juga merupakan bagian dari bentuk mengingat-Nya.

“Ketika lisan kita terbiasa mengucapkan kalimat thayyibah dan hati kita merenungkannya, maka yang kembali kepada kita adalah ketenangan,” jelasnya.

Selain dzikir, ia juga menekankan pentingnya rasa syukur dalam kehidupan. Dalam ajaran Islam, manusia diajarkan untuk bersyukur dalam segala keadaan.

Jika seseorang mendapatkan nikmat sesuai harapan, dianjurkan membaca “Alhamdulillaahil-ladzii bini‘matihi tatimmush-shoolihaat”. Sementara ketika menghadapi keadaan yang tidak sesuai harapan, seorang muslim tetap dianjurkan mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal” sebagai bentuk penerimaan terhadap ketentuan Allah.

“Jika kita mampu bersyukur dalam berbagai keadaan, maka kita termasuk orang yang tangguh dan akan dijauhkan dari rasa sedih dan takut yang berlebihan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Wahyudin juga mengingatkan jamaah untuk senantiasa berbuat baik kepada sesama serta memperbanyak istighfar sebagai bentuk memohon ampun kepada Allah.

By Widodo