Banjarnegara – Sebanyak 20 siswa SMPIT Plus Cordova dari Cikarang, Bekasi, menghabiskan waktu selama sebulan di Kampung Gagot, Jawa Tengah, untuk belajar tentang pertanian dan peternakan terpadu.
Dengan tema “Agriculture Farming Education”, program ini berlangsung dari 7 Desember 2024 hingga 4 Januari 2025, memberikan pengalaman mendalam bagi siswa untuk hidup mandiri tanpa didampingi orang tua.
Perjalanan mereka dimulai dengan kedatangan di Pasar Gumiwang, di mana mereka disambut dengan hangat menggunakan kendaraan odong-odong menuju Kampung Gagot.
Di bawah bimbingan Kang Arul, pendiri Kampung Gagot, siswa-siswa ini menjalani tiga sesi pembelajaran yang dirancang secara bertahap.
Belajar dari Dasar hingga Pemasaran
Kang Arul menjelaskan bahwa program ini dibagi menjadi tiga tahap utama.
- 10 Hari Pertama: Siswa mempelajari teknik produksi pertanian secara tradisional, seperti menanam padi dan sayuran.
- 10 Hari Kedua: Mereka mendalami ilmu peternakan dan perikanan, termasuk merawat hewan ternak dan mengelola kolam ikan.
- 10 Hari Terakhir: Siswa diajarkan cara mengolah hasil pertanian dan peternakan menjadi produk bernilai jual serta strategi pemasarannya.
Pada hari ke-21 (Rabu, 25/12/2024), siswa berkesempatan mengunjungi rumah produksi telur ayam Bara PS di Winong, milik Mas Andi.
Di sana, mereka belajar langsung tentang usaha ayam petelur, mulai dari teknik penyortiran telur hingga pemasaran.
Mas Andi juga menyampaikan pesan inspiratif kepada para siswa.
“Dalam berwirausaha, jangan egois. Pastikan usaha kita memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” tuturnya. Sebagai contoh, Bara PS memberdayakan warga lokal untuk ikut berkontribusi dalam operasional usaha.
Selain belajar di Bara PS, sehari sebelumnya siswa SMPIT Plus Cordova mengunjungi Winomushroom, sebuah usaha jamur tiram milik Mbak Sopiah.

Mereka diajarkan cara membuat log jamur—media tanam untuk budidaya jamur—secara langsung.
Sopiah, yang telah mengelola Winomushroom selama 10 tahun, berbagi cerita tentang usahanya yang memproduksi hingga 500 log jamur per hari.
“Saya berharap ilmu yang kalian dapatkan di sini bisa menjadi bekal untuk berkreasi di masa depan,” katanya.

Pengalaman yang Berharga
Riski, salah satu siswa, mengungkapkan kegembiraannya selama mengikuti program ini.
“Belajar di Kampung Gagot itu seru! Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung praktek. Saya jadi paham bagaimana proses budidaya dan pengolahan hasilnya,” ujarnya dengan antusias.
Kang Arul menambahkan bahwa program ini juga melatih siswa untuk menjalin relasi.
“Semakin banyak teman, semakin besar peluang mendapatkan rezeki. Menjalin hubungan baik itu kunci sukses di dunia usaha,” katanya.
Belajar Hidup Mandiri
Selama 30 hari di Kampung Gagot, siswa SMPIT Plus Cordova tidak hanya belajar tentang pertanian dan peternakan, tetapi juga bagaimana hidup mandiri dan bekerja sama.
Program ini diharapkan mampu membuka wawasan mereka tentang pentingnya kontribusi terhadap masyarakat dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.