SEMARANG – Kabar baik datang bagi masyarakat Jawa Tengah di awal Ramadan 1447 Hijriah. Harga sejumlah bahan pokok terpantau stabil di berbagai pasar tradisional, memberikan ketenangan bagi warga yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi dan dinas terkait atas terjaganya stabilitas harga kebutuhan pokok pada pekan pertama Ramadan.

“Secara umum harga kebutuhan pokok cukup stabil. Di beberapa titik, seperti Pasar Kliwon Temanggung, harga tidak mengalami perubahan signifikan,” ujar Ari.

Harga Terpantau Terkendali

Berdasarkan pemantauan di Pasar Kliwon Temanggung, sejumlah komoditas utama tercatat stabil. Beras IR 64 medium dijual Rp13.500 per kilogram, sementara beras SPHP Bulog bertahan di Rp12.500 per kilogram.

Komoditas protein juga relatif aman. Telur ayam ras berada di kisaran Rp29.333 per kilogram, daging ayam karkas Rp39.000 per kilogram, serta kedelai lokal Rp12.000 per kilogram.

Untuk kebutuhan dapur lainnya, minyak goreng curah tetap di harga Rp19.000 per liter dan gula pasir curah Rp16.750 per kilogram. Harga yang terkendali ini memberi ruang bagi masyarakat untuk merencanakan kebutuhan sahur dan takjil tanpa kekhawatiran lonjakan mendadak.

Meski demikian, kelompok cabai masih berada di level tinggi. Cabai rawit merah dan hijau menyentuh Rp95.000 per kilogram. Cabai merah besar dijual Rp47.500 per kilogram dan cabai merah keriting sekitar Rp42.500 per kilogram.

Sementara itu, bawang merah stabil di Rp43.000 per kilogram dan bawang putih berkisar Rp36.667 hingga Rp40.000 per kilogram. Ikan bandeng, tempe, dan tahu masing-masing dijual Rp35.000, Rp15.000, dan Rp11.000 per kilogram. Sayuran seperti kangkung dan sawi hijau masih terjangkau di bawah Rp8.000 per ikat.

Jangan Lengah, Pengawasan Harus Intensif

0A6A8841 Harga Bahan Pokok Stabil di Awal Ramadan, Setya Arinugroho Minta Pengawasan Diperketat

Meski mengapresiasi kondisi yang ada, Ari menegaskan bahwa stabilitas harga tidak boleh membuat pemerintah lengah. Ia meminta dinas terkait, termasuk Dinas Ketahanan Pangan, untuk terus memperketat pengawasan distribusi dan memastikan stok aman hingga Idulfitri.

“Jangan sampai stabilitas yang sudah terjaga ini dirusak hambatan distribusi atau praktik penimbunan. Pemerintah harus memastikan stok di gudang cukup hingga hari raya,” tegasnya.

Menurutnya, momentum menjelang Lebaran kerap diiringi lonjakan permintaan pasar yang berpotensi memicu kenaikan harga. Karena itu, pengawasan rantai distribusi menjadi kunci agar pasokan tetap lancar dan harga tetap wajar.

Imbauan Hindari Panic Buying

Di akhir keterangannya, Setya Arinugroho juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam berbelanja. Ia menekankan agar warga tidak melakukan panic buying yang justru dapat mengganggu keseimbangan pasar.

“Masyarakat tidak perlu borong berlebihan. Belanjalah sesuai kebutuhan karena pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok tetap aman,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku pasar, dan masyarakat, stabilitas harga di bulan suci diharapkan dapat terus terjaga hingga Hari Raya Idulfitri tiba.