INFOBANJARNEGARA.com – Ibadah haji, rukun Islam yang kelima, adalah perjalanan spiritual yang penuh dengan makna dan pengorbanan.

Dalam setiap langkah menuju tanah suci, calon jamaah haji tidak hanya dituntut untuk menyiapkan fisik dan finansial, tetapi juga memahami setiap ritual dan tata cara yang harus dilakukan di Mekkah.

Manasik haji, yang mencakup rangkaian ritual seperti ihram, tawaf, sai, dan wukuf, menjadi kunci bagi para calon haji agar dapat menjalani ibadah ini dengan benar dan mendapatkan haji mabrur.

Hal tersebut ditegaskan oleh KH Afit Juliat Nurcholis, Pengasuh Pondok Pesantren Mumtaza Prapas Banjarnegara, dalam acara Pembukaan Bimbingan Manasik Haji KBIH Miftahul Jannah Banjarnegara yang diikuti oleh ratusan calon jamaah pada Minggu (1/9/2024) di Gedung Darussalam Parakancanggah.

Dalam sambutannya, KH Afit menekankan pentingnya belajar manasik haji dengan sungguh-sungguh.

“Pelaksanaan manasik haji harus dengan ruh dan ilmu. Jamaah haji harus belajar agar setiap amalan haji yang dilakukan bisa merasuk ke dalam jiwa dan mendekatkan kita kepada haji mabrur,” ujar KH Afit, yang juga merupakan alumni Universitas Islam Internasional Sudan.

KH Afit menekankan bahwa bimbingan manasik haji di KBIH merupakan ikhtiar untuk menjalankan ibadah haji dengan baik.

“Ini adalah wujud dari konsep ‘ilmu qoblal amal’ atau ilmu sebelum amal. Dengan ilmu, ibadah haji akan menjadi lebih bermakna dan tidak hanya sekadar ritual,” tambahnya.

Mengutip nasihat ulama besar Ibnu Qudama dalam kitab Minhajul Qoshidin, KH Afit mengingatkan para jamaah untuk memulai ibadah haji dengan taubat nasuha, melaksanakan semua amanat dan janji, serta mencari kawan yang baik yang dapat menyemangati dalam kebaikan.

Senada dengan hal itu, Musobihin, Ketua DPC Syarikat Islam sekaligus Kepala KUA Kecamatan Banjarnegara, menegaskan bahwa haji merupakan ibadah yang paripurna.

“Haji adalah rukun Islam yang kelima yang mensyaratkan terpenuhinya kemampuan fisik dan finansial. Berbeda dengan shalat dan puasa yang cukup dengan tenaga, atau zakat dan sodaqoh yang cukup dengan harta. Haji memerlukan kesiapan fisik dan biaya yang memadai,” jelasnya.

Musobihin juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan mempersiapkan biaya secara matang.

“Kesempatan ini rata-rata hanya sekali seumur hidup, jadi lakukan dengan benar dan sempurna. Belajar manasik haji di KBIH adalah langkah awal untuk memantaskan diri menjadi tamu Allah,” imbuhnya.

Baca Juga: KBIH Miftahul Jannah Banjarnegara Mulai Manasik Haji 2025, Ini Harapan Pihak Kemenag

Ketua KBIH Miftahul Jannah, Fathurrahman, menambahkan bahwa bimbingan manasik haji yang dilakukan pihaknya melibatkan setidaknya 22 kali pertemuan, termasuk praktik di Semarang dengan replika Ka’bah yang hampir sama ukurannya. Hal ini bertujuan agar jamaah memiliki gambaran nyata saat berada di Mekkah.

“Informasi dari Kemenag, untuk Kabupaten Banjarnegara ada sekitar 156 jamaah yang lunas tunda tahun lalu, 192 pendaftar bulan September, dan 498 pendaftar bulan Oktober 2012. Jumlah ini tentu akan terus berubah sesuai dengan pelunasan dan kuotanya. Kami berharap semua jamaah haji mengikuti bimbingan manasik haji melalui KBIH yang ada,” tutup Fathurrahman.

Dengan mengikuti bimbingan manasik secara sungguh-sungguh, calon jamaah haji diharapkan mampu menjalankan ibadah haji dengan sempurna, sehingga mencapai tujuan akhir yakni haji yang mabrur.

» Klik info lainnya di Google News INFO BANJARNEGARA