SEMARANG Fenomena banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah, khususnya Demak dan Semarang, kembali mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho. Ia menegaskan bahwa persoalan banjir tidak dapat lagi disikapi sebagai kejadian musiman, melainkan perlu ditangani dengan strategi jangka panjang yang sistematis dan berkelanjutan.

“Banjir di Demak dan Semarang bukan hanya faktor alam semata. Ada pengaruh perubahan iklim, hidrometeorologi, serta kondisi infrastruktur yang harus dibenahi secara serius,” ujar Setya Ari.

Politisi PKS itu menyebut normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, serta pelebaran kolam retensi harus segera dilakukan sebagai solusi jangka menengah dan panjang agar banjir tidak terus berulang setiap tahun.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemprov Jawa Tengah selama masa tanggap darurat, terutama melalui penerapan operasi modifikasi cuaca (OMC) serta optimalisasi pompa sedot yang terbukti mampu mengurangi genangan di beberapa titik.

“Kami menghargai koordinasi cepat dan komitmen pemerintah dalam melindungi warga. Tapi langkah ke depan harus lebih jauh dari sekadar penanganan darurat,” tegasnya.

WhatsApp-Image-2024-12-12-at-18.52.55-1.jpeg Banjir Jateng Disorot, Wakil Ketua DPRD Usulkan Solusi Jangka Panjang: Normalisasi Sungai hingga Pelebaran Kolam Retensi

Mengacu data BMKG, puncak musim hujan 2025 diprediksi berlangsung November–Desember, dengan aktivitas atmosfer yang menguat seperti Monsun Asia.

Setya Ari pun mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi lainnya, terutama tanah longsor di wilayah perbukitan.

“Wilayah rawan longsor perlu mendapat perhatian khusus. Masyarakat harus lebih waspada saat cuaca ekstrem,” ujarnya.

Setya Ari juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana yang terus menerus. Belum lama ini ia menggelar pelatihan dasar rescue dan pembinaan karakter kebangsaan di Baturaden sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Mitigasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat. Kesiapsiagaan itu harus dibangun bersama,” pungkasnya.