BANJARNEGARA – Produk gula singkong cair asal Desa Punggelan, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara mulai mendapat perhatian pasar nasional. Produk pemanis alami ini dinilai lebih sehat dan memiliki rasa lebih manis dibandingkan gula biasa.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Johan Irawan yang mengolah singkong menjadi gula cair bernilai ekonomis tinggi. Produk buatannya kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sebulan, Johan mampu memproduksi sekitar 3 hingga 4 ton gula singkong cair untuk memenuhi permintaan konsumen dari Kalimantan Timur, Riau, Lampung, Jawa Timur, DIY hingga Jawa Tengah.

“Permintaan paling banyak datang dari Tenggarong, Kalimantan Timur, untuk kebutuhan bahan baku sirup,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Menurut Johan, bahan utama gula cair tersebut berasal dari tapioka yang diproses melalui tahapan liquifikasi dan sakarifikasi agar menghasilkan kandungan gula alami, terutama fruktosa.

Ia menjelaskan, gula singkong cair memiliki tingkat kemanisan lebih tinggi dibanding gula pasir, namun tidak mengubah aroma maupun cita rasa asli makanan dan minuman.

Selain itu, produk ini juga dianggap lebih sehat karena berbahan alami dan rendah kalori sehingga cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan kuliner.

“Lebih sehat karena alami dan rendah kalori. Cocok untuk makanan maupun minuman tanpa merusak rasa aslinya,” jelas Johan.

Meningkatnya minat pasar terhadap gula singkong cair menjadi peluang besar bagi pengembangan produk UMKM lokal Banjarnegara untuk bersaing di pasar nasional.

By Widodo