BANJARNEGARA – Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan dan teknologi di Kabupaten Banjarnegara. Dua remaja asal Kecamatan Susukan, Lindan Tri Saputra dan Vanda Dwi Aprilianto, berhasil menemukan celah keamanan pada situs milik badan antariksa Amerika Serikat, NASA.
Keduanya yang masih duduk di bangku kelas XI SMK Negeri 1 Susukan itu bahkan memperoleh Letter of Appreciation atau sertifikat penghargaan resmi dari NASA melalui program Vulnerability Disclosure Program (VDP).
Prestasi internasional tersebut menjadi bukti bahwa talenta digital dari daerah mampu bersaing di level global, meski dengan fasilitas yang sederhana.
Belajar Cyber Security Secara Otodidak
Lindan dan Vanda mengaku mulai tertarik dengan dunia keamanan siber sejak tahun 2021. Menariknya, kemampuan mereka tidak diperoleh melalui pendidikan formal khusus, melainkan dipelajari secara mandiri melalui internet.
Mereka memanfaatkan YouTube, Google, hingga berbagai laporan dari pakar ethical hacking untuk memperdalam ilmu penetration testing dan bug bounty.
“Saya penasaran dengan dunia penetration testing dan bug bounty. Kami menggunakan teknik yang disebut Google Dorking,” ujar Lindan saat ditemui dalam kegiatan Bimbingan Teknis Siber Tim Banjarnegarakab CSIRT yang digelar Diskominfo Banjarnegara, Kamis (23/4/2026).
Teknik tersebut digunakan untuk menemukan file sensitif yang seharusnya tidak dapat diakses publik melalui mesin pencari.
“Kami tidak menggunakan sandi sama sekali, hanya kata-kata khusus di mesin pencari. Tanpa perlu masuk ke dashboard admin, bisa mengambil data sensitif milik NASA yang bersifat privasi,” tambahnya.
Aksi Legal Lewat Platform Bugcrowd
Meski terdengar seperti aksi peretasan, apa yang dilakukan Lindan dan Vanda merupakan aktivitas legal dalam dunia cyber security. Mereka mengikuti program resmi yang memang disediakan perusahaan dan institusi global untuk menguji keamanan sistem digital.
Vanda menjelaskan bahwa keduanya bergabung melalui platform Bugcrowd, sebuah wadah internasional bagi para peneliti keamanan siber untuk melaporkan kerentanan sistem.
“Ini ada wadahnya, namanya Bugcrowd. Perusahaan di seluruh dunia mendaftarkan diri untuk dites keamanannya. Jika valid, kita akan diberikan apresiasi. Di NASA, kami mendapatkan sertifikat penghargaan,” jelas Vanda.
Melalui metode tersebut, para ethical hacker membantu perusahaan memperbaiki celah keamanan sebelum dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.
Pemkab Banjarnegara Bangga
Prestasi dua pelajar Banjarnegara ini mendapat perhatian dan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, menyebut pencapaian Lindan dan Vanda sebagai bukti bahwa generasi muda daerah mampu bersaing di era transformasi digital.
“Ini sangat menggembirakan. Di era transformasi digital ini, anak-anak muda kita dari Banjarnegara siap menjadi petarung di bidang IT. Meski dengan sarana prasarana sederhana, mereka membuktikan mampu berprestasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banjarnegara, Sagiyo, berharap kisah Lindan dan Vanda dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap keamanan data dan teknologi digital.
Bermimpi Jadi Garda Terdepan Keamanan Siber Indonesia
Di balik penghargaan internasional yang berhasil diraih, Lindan dan Vanda tetap tampil sederhana dan rendah hati. Mereka masih menyimpan harapan besar untuk melanjutkan pendidikan dan menjadi profesional di bidang cyber security.
Namun keterbatasan biaya kuliah menjadi tantangan tersendiri bagi keduanya. Meski begitu, semangat mereka tidak surut.
Lewat komunitas internasional yang mereka ikuti, Lindan dan Vanda terus mengasah kemampuan teknis serta memperdalam bahasa Inggris demi mengejar cita-cita menjadi garda terdepan keamanan siber Indonesia.
Prestasi dua remaja Banjarnegara ini sekaligus menjadi pengingat bahwa potensi besar bisa lahir dari desa, selama ada kemauan belajar dan keberanian untuk berkembang di era digital.
